Selamat Datang Di Catatan Harian Frannoto, Selamat membaca dan jangan lupa komentar anda pada blog ini. Terima Kasih

Slide Show Foto

Kebudayaan yang Prestisius dari Madura

 Kontes Sapi Sonok

Kerapan Sapi Piala Presiden

Salah satu kesenian daerah khas dari pulau Madura ini memang tak pernah sepi dengan peminat, baik itu warga Madura sendiri, Wisatawan Domestik, hingga Mancanegara. Yaitu Kontes Kecantikan sapi, atau disebut Sapi Sonok, adalah kontes dimana sepasang sapi di dandani secantik mungkin layaknya pengantin lalu berjalan melenggak - lenggok di arena catwalk.

Kesenian yang digelar tiap tahun tersebut menjadi andalan pulau Madura dalam menawarkan keindahan pariwisatanya, selain keindahan baharinya. perhelatan Sapi Sonok pada tahun 2010 digelar pada (23/10) di depan eks Keresidenan Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kontes tersebut diikuti oleh 32 pasang sapi dari 4 Kabupaten yang ada di pulau Madura. Sapi - sapi yang ikut kontes itu kabarnya bisa mencapai 20 - 50 juta jika dijual. Apalagi jika Sapi tersebut menang kontes, menurut Mashudi, salah seorang pemilik sapi, kebanyakan pemilik sapi hanya ikut karena gengsi atau haus akan prestisius.

Ada juga olah raga tradisional khas Madura, yaitu Kerapan sapi. Masih sama, medianya juga sepasang sapi. Yang berbeda, dalam kerapan sapi, sepasang sapi tersebut harus beradu cepat, tentunya dengan joky yang mengendalikan lajunya. Kerapan Sapi biasanya digelar sehari setelah Kontes Sapi Sonok.

Sapi - sapi kerapan tersebut perawatannya cukup mahal agar secepat yang diinginkan pemiliknya. segala macam jamu yang biasa dikonsumsi manusia hingga obat kuat khusus hewan diberikan ke sapi kerapan sebelum bertanding. lantas, sang joky membawa kayu dengan paku berduri di ujungnya, untuk memacu sapi pada saat bertanding. Tentu saja, sapi yang menang akan berharga mahal jika dijual.

Kesenian unik dari Pulau Garam tersebut semakin tahun bertambah matang penyelenggaraannya, hingga mampu menarik mancanegara untuk datang melihat. makanya, jika anda wisatawan domestik, jangan sampai ketinggalan tentang kesenian tradisional Madura itu.
Read More... Kebudayaan yang Prestisius dari Madura

Nira Aren Pasirian, Lumajang




Sentra industri kecil rumahan merupakan denyut nadi perekonomian masyarakat kelas menengah kebawah. seperti, industri tas sepatu, furniture maupun bahan makanan, tak bisa lepas dari roda perekonomian. misalnya, menengok industri rumahan di Kabupaten Lumajang, yaitu gula Aren. Gula Aren yang berasal nari nira pohon Aren tersebut adalah gula khas Indonesia.

Di desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Lumajang, warganya mempunyai kesibukan yang unik tiap harinya. Disamping bertani, penduduk setempat juga mengambil getah nira pohon Aren untuk diolah menjadi gula. Tumi'ah (36), hampir 10 tahun ia bersama suaminya membuat Gula Aren di rumah. Tiap harinya, Tumi'ah bersama suami dapat membuat 20 hingga 30 Kg gula Aren, namun, jika cuaca sedang buruk dan turun hujan, produksi gula aren sedikit terhambat, karena getahnya tidak keluar atau mungkin basi.

Nira Aren harus disadap untuk bahan dasar membuat gula Aren. Para penyadap Nira tersebut bisa 15 sampai 20 kali memanjat pohon Aren yang tingginya mencapai 10 meter. Berbekal pisau dan jerigen yang diikatkan pinggang,  mereka memanjat tidak memakai alat pengaman keselamatan, hanya keahlian dan nyali yang mereka andalkan.

Pembuatan Gula Aren sendiri termasuk lama, butuh waktu 4 jam untuk mendidihkan Nira aren, lalu diaduk hingga mengeras, selanjutnya siap dicetak dalam mangkok atau dakon untuk ukuran yang lebih kecil. Per - kilogram Gula Aren buatan warga Kalibendo biasanya dihargai Rp 6.500, itu bila mereka menyetorkan Gulanya kepada pengepul atau juragan. lalu, dipasarkan ke wilayah Jawa Timur.

Menurut beberapa orang yang mengkonsumsi gula buatan Daerah Pasirian rasanya sedikit lebih gurih, dibandingkan dengan Gula aren produksi Kota Blitar. Namun, silahkan anda merasakannya sendiri bila penasaran, atau langsung datang ke Pasirian, Lumajang.
Read More... Nira Aren Pasirian, Lumajang

JFC ke - 9


Jember Fashion Carnaval ke - 9
Read More... JFC ke - 9